KEMBALINYA SIMPATIKA DARI EMIS
Kebijakan Baru dalam Pendataan Guru Madrasah
Dalam dunia pendidikan madrasah di bawah
naungan Kementerian Agama (Kemenag), sistem pendataan guru dan tenaga
kependidikan telah mengalami berbagai perubahan. Salah satu perubahan yang
cukup signifikan adalah kembalinya penggunaan SIMPATIKA (Sistem Informasi
Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag) setelah sebelumnya
digantikan oleh EMIS (Education Management Information System). Kebijakan ini
membawa dampak besar bagi administrasi pendidikan madrasah di Indonesia.
Sejarah Peralihan dari SIMPATIKA ke EMIS
SIMPATIKA awalnya menjadi platform utama bagi
para guru madrasah dalam mengelola data kepegawaian, sertifikasi, dan tunjangan
profesi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mengalihkan pendataan
tersebut ke dalam sistem EMIS, yang berfungsi sebagai basis data utama bagi
seluruh satuan pendidikan di bawah Kemenag.
Perpindahan ke EMIS bertujuan untuk
menyatukan seluruh data pendidikan madrasah agar lebih terintegrasi dan
memudahkan pengambilan kebijakan berbasis data. Namun, dalam praktiknya, banyak
kendala yang muncul, seperti perbedaan struktur data, kesulitan akses, serta
kurangnya kesiapan teknis dan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem
baru.
Alasan Kembalinya SIMPATIKA
Beberapa faktor utama yang mendorong kembalinya SIMPATIKA sebagai sistem utama pendataan guru madrasah antara lain:
- Efisiensi dan Kemudahan Akses – SIMPATIKA telah lama digunakan oleh para pendidik dan dianggap lebih user-friendly dibandingkan EMIS.
- Keandalan Data Guru – Data yang tersimpan dalam SIMPATIKA lebih spesifik terkait kepegawaian guru, sertifikasi, dan tunjangan profesi, sehingga memudahkan validasi administrasi.
- Stabilitas Sistem – Dalam beberapa kasus, EMIS mengalami kendala teknis yang membuat pendataan menjadi lebih lambat dan kurang efisien.
- Respon dari Komunitas Pendidikan – Banyak guru dan tenaga kependidikan yang menyampaikan aspirasi untuk kembali menggunakan SIMPATIKA karena sistem ini dianggap lebih familiar dan mendukung kebutuhan mereka.
Dampak Kembalinya SIMPATIKA
Kembalinya SIMPATIKA memberikan dampak
signifikan, baik bagi guru madrasah, tenaga kependidikan, maupun pihak sekolah.
Beberapa di antaranya adalah:
- Kemudahan Administrasi: Guru dapat lebih
mudah mengakses data kepegawaian mereka, termasuk jadwal sertifikasi dan
pengajuan tunjangan.
- Peningkatan Akurasi Data: Dengan kembali ke
sistem yang sudah teruji, keakuratan data guru dan tenaga kependidikan
dapat lebih terjamin.
- Sinkronisasi dengan EMIS: Meski kembali ke
SIMPATIKA, kemungkinan besar sistem ini tetap akan berintegrasi dengan EMIS
untuk memastikan keselarasan data pendidikan secara nasional.
Kesimpulan
Keputusan untuk mengembalikan SIMPATIKA
sebagai sistem utama pendataan guru madrasah menunjukkan pentingnya efisiensi
dan stabilitas dalam manajemen data pendidikan. Dengan langkah ini, diharapkan
guru dan tenaga kependidikan dapat lebih mudah mengakses layanan administrasi
yang mereka butuhkan tanpa mengalami kendala teknis yang selama ini dihadapi
dalam EMIS. Namun, perlu ada strategi yang jelas untuk memastikan bahwa sistem
ini tetap terintegrasi dengan kebijakan digitalisasi pendidikan yang lebih luas
di bawah Kemenag.
Dengan adanya kebijakan ini, para guru dan
tenaga kependidikan di madrasah diharapkan dapat lebih fokus dalam menjalankan
tugas mereka tanpa terbebani oleh masalah administratif yang rumit.
Salam Sobat Bang Igoen's 79

